IURAN BPJS KESEHATAN TERBARU

                 Masyarakat peserta JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) dari BPJS Kesehatan berhak mendapat pelayanan kesehatan di berbagai pusat layanan kesehatan. Jaminan Kesehatan Nasional dari BPJS Kesehatan adalah salah satu bentuk pelayanan pemerintah terhadap masyarakat dalam hal kesehatan. Untuk mendapatkan layanan kesehatan tersebut masyarakat mempunyai kewajiban untuk membayar iuran BPJS Kesehatan. Masyarakat membayar iuran yang besarnya sesuai dengan kelas iuran BPJS 1, 2 dan 3.   

Ada wacana atau rencana untuk menghapus kelas iuran BPJS 1,2 dan 3 tersebut menjadi Kelas Rawat Inap Standar (KRIS). Uji coba penghapusan kelas BPJS Kesehatan dilakukan sejak awal bulan Juli 2022, meskipun demikian besaran iuran BPJS Kesehatan masih tetap sama. Uji Coba KRIS dilakukan di 5 rumah sakit pemerintah, dengan demikian mulai bulan Juli di 5 rumah sakit uji coba tersebut tidak ada lagi kelas iuran BPJS 1,2 dan 3.


Menurut informasi bagian humas BPJS Kesehatan, di seluruh Indonesia rumah sakit yang melayani peserta JKN jumlahnya sekitar 2800 buah. Informasinya, secara umum pelayanan bagi peserta JKN di rumah sakit masih belum ada perubahan. Demikian pula besarnya iuran BPJS Kesehatan masih sama dengan ketentuan BPJS sebelumnya.


Iuran BPJS Kesehatan untuk Pekerja Penerima Upah


Menurut bagian humas BPJS Kesehatan, bagi peserta JKN Pekerja Penerima Upah (PPU) atau pekerja formal seperti ASN, TNI, POLRI dan pekerja swasta, maka besarnya iuran BPJS Kesehatan yaitu sebesar 5% dari upah.


Rinciannya yaitu sebesar 4% dibayar oleh pemberi kerja dan 1% dibayar oleh pekerja. Juga ada ketentuan batas atas dan batas bawah yang menjadi dasar perhitungan iuran BPJS Kesehatan. Upah minimum Kabupaten / Kota sebagai batas bawah sedangkan batas atasnya yaitu sebesar Rp 12 juta.


Perhitungan iuran dari penghasilan seseorang hanya berlaku pada jenis kepesertaan Pekerja Penerima Upah, yaitu bagi pekerja formal yang menerima upah secara rutin dari pemberi kerja.


Perhitungan iuran BPJS Kesehatan batas maksimalnya adalah pada batas atas Rp 12 juta. Jika seorang pekerja mendapat upah lebih dari Rp 12 juta, misalnya Rp 15 juta maka besarnya iuran yang dibayarkan tetap 5% dari Rp 12 juta.


Iuran BPJS Kesehatan untuk kelompok masyarakat bukan pekerja


Bagi masyarakat yang bekerja pada sektor informal yang tidak memiliki penghasilan tetap maka dikelompokkan sebagai peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan peserta Bukan Pekerja (BP). Untuk peserta yang termasuk dalam kelompok ini maka bisa memilih jumlah iuran BPJS Kesehatan sesuai keinginan dan kemampuan.


Peserta dapat memilih keanggotaan dalam 3 kelas yaitu Kelas 1 dengan iuran Rp 150.000 per bulan, Kelas 2 dengan iuran Rp 100.000 per bulan dan Kelas 3 dengan iuran Rp 35.000 per bulan. Besaran iuran untuk kelas 3 ini sudah mendapat subsidi dari pemerintah sebesar Rp 7000 dari awalnya sebesar Rp 42.000 per bulan.


Karena itu bagi masyarakat yang belum memiliki penghasilan atau tidak punya penghasilan tetap maka dapat memilih salah satu dari pilihan kelas 1,2 atau 3. Jika termasuk kategori masyarakat miskin dan tidak mampu yang terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial

(DTKS) maka bisa masuk menjadi kelompok Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang iuran BPJS

nya dibayarkan oleh pemerintah pusat dan daerah.


Karena belum ada perubahan pada metode dan besaran iuran BPJS Kesehatan maka diharapkan

masyarakat peserta JKN tetap rutin membayar iuran seperti biasanya sesuai ketentuan untuk

menghindari keterlambatan agar tetap dapat menikmati layanan jaminan kesehatan dari BPJS Kesehatan.

(hhh).




MENGOBATI SAKIT JANTUNG

           Sakit Jantung atau Kardiovaskuler adalah penyakit penyebab kematian nomor satu di dunia dan juga di Indonesia, oleh karena itu kita sudah seharusnya waspada akan serangan penyakit Jantung.

Ada beberapa jenis sakit jantung yang mana hal ini berpengaruh pada metode untuk mengobati penyakit jantung tersebut. Misalnya untuk mengobati penyakit jantung karena infeksi maka dokter biasanya akan memberi resep obat yang berupa antibiotik.

Untuk mengobati sakit jantung koroner maka dokter akan memberi resep obat-obatan dan memberikan saran kepada pasien agar melakukan perubahan gaya hidup dengan menerapkan pola hidup sehat.

Obat-obatan yang biasanya diresepkan oleh dokter untuk mengobati sakit jantung koroner :

1. Obat untuk mencegah angina dan anti Hipertensi (tekanan darah tinggi) dari jenis penghambat beta (beta blockers), seperti Bisoprolol.  

2. Obat penurun tekanan darah dari jenis penghambat enzim pengubah angiotensin (ACE inhibitors), contohnya Captopril.

3. Obat pengencer darah yang berguna untuk mencegah pembekuan darah, misalnya aspirin dan clopidogrel.

4. Obat penurun kadar kolesterol dengan mengurangi kandungan LDL dari darah yaitu obat dari jenis Statin seperti Simvastatin dan Atorvastatin

5. Obat untuk memperlebar pembuluh darah supaya aliran darah ke jantung bertambah sehingga jantung tidak bekerja keras untuk memompa darah. Obat ini dari jenis nitrat contohnya Nitrogliserin.

6. Obat untuk membesarkan otot pembuluh darah agar tekanan darah menurun, yaitu dari jenis antagonis kalsium misalnya Verapamil. 

7. Obat untuk mengurangi kandungan air dan garam dalam darah lewat urine yaitu Diuretik.

Pemberian resep obat-obatan tersebut merupakan langkah awal untuk mengobati sakit jantung. Selanjutnya dokter akan melakukan evaluasi pada perkembangan kesehatan pasien.  

Kalau ternyata pemberian obat-obatan dinilai masih kurang efektif, maka biasanya dokter akan menjelaskan tentang prosedur yang lain yang dapat dilakukan untuk mengobati sakit jantung koroner.
Sesuai dengan prosedur standar penanganan dan pengobatan pada pasien sakit jantung, maka ada beberapa tindakan yang dapat dilakukan secara terencana maupun tindakan darurat pada pasien sebagai berikut :

1. Pemasangan Stent / Ring Jantung adalah proses pemasangan semacam tabung kecil lentur yang dimasukkan ke dalam pembuluh darah arteri jantung untuk memperbesar aliran darah yang berkurang karena adanya sumbatan plak / timbunan lemak di dalam arteri. Tidak semua pasien sakit jantung dapat menjalani prosedur pemasangan ring jantung.

2. Bypass Jantung yaitu tindakan pengobatan pasien sakit jantung yang dilakukan dengan mengambil pembuluh darah yang masih baik dari bagian tubuh lain untuk dipasang / dicangkok ke bagian di antara pembuluh darah besar (aorta) dan arteri dengan melewati bagian yang menyempit karena tersumbat. Tujuannya supaya darah dapat mengalir dengan lancar melalui pembuluh darah yang baru dipasang tersebut. 
Bypass jantung termasuk tindakan operasi besar yang dilakukan dengan membedah dada pasien. Tindakan ini biasanya dilakukan jika ditemukan ada beberapa bagian di dalam pembuluh darah arteri yang tersumbat.

3. Transplantasi Jantung merupakan tindakan yang dilakukan bila ditemukan sakit jantung dengan kondisi kerusakan jantung yang parah dan tidak bisa diobati dengan konsumsi obat-obatan. Tranplantasi jantung dilakukan dengan cara mengganti jantung pasien yang rusak dengan jantung yang sehat dari pendonor.

Disamping tindakan pengobatan tersebut, dokter juga bisa memberikan saran kepada pasien penyakit jantung untuk menerapkan pola hidup sehat, sebagai berikut :

1. Menghindari rokok baik sebagai perokok aktif maupun pasif

2. Tidak mengkonsumsi minuman beralkohol

3. Mengkonsumsi makanan bergizi lengkap dan seimbang

4. Mengurangi makanan yang mengandung lemak dan kolesterol

5. Hindari stres

6. Menjaga berat badan ideal

7. Olahraga dengan rutin dan teratur

Penderita sakit jantung koroner diharapkan dapat segera menerapkan pola hidup sehat secara konsisten supaya penyakitnya dapat sembuh dengan baik. Selain itu juga untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh agar dapat terhindar dari serangan penyakit berbahaya lainnya. (hhh)




SERANGAN JANTUNG, GEJALA AWAL YANG DIRASAKAN DAN PENYEBABNYA

         Jantung merupakan organ tubuh yang sangat penting fungsinya. Jantung berfungsi untuk memompa dan mengalirkan darah ke seluruh tubuh yang membawa oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan oleh sel-sel tubuh untuk terus hidup dan berkembang. Kerja jantung sangat bergantung pada pembuluh darah jantung yang bertugas mensuplai darah yang kaya akan oksigen ke jantung. Oleh karena itu kesehatan dan kebersihan pembuluh darah punya peran penting pada kesehatan dan kinerja jantung.

Pembuluh darah yang sehat dan bersih dari plak (timbunan lemak) dapat mensuplai darah ke jantung dengan lancar. Akan tetapi sebaliknya pembuluh darah yang banyak terdapat plak (timbunan lemak) maka aliran darah menjadi tidak lancar bahkan tersumbat. Dalam kondisi inilah maka suplai darah yang kaya akan oksigen ke jantung dapat terganggu dan bahkan terhenti. Kondisi ini sangat berbahaya bagi kinerja jantung karena sel-sel jantung tidak mendapat suplai oksigen. Bila kondisi ini terjadi secara berulang dan menjadi kronis maka dapat mengakibatkan serangan jantung yang dapat mengancam jiwa.

Definisi Serangan Jantung

Serangan Jantung adalah suatu kondisi dimana terjadi gangguan pada kerja jantung yang tiba-tiba jantung menjadi sangat lemah atau bahkan berhenti bekerja.

Gejala Serangan Jantung

Setelah mengetahui fakta dan kondisi terjadinya serangan jantung, maka kondisi tersebut harus dapat dikenali gejalanya agar dapat diantisipasi dengan baik dan sedini mungkin. Jika tidak ditangani dengan tepat dan cepat maka serangan jantung dapat berakibat fatal. Maka sebaiknya kita memahami gejala-gejala yang umum timbul saat terjadi serangan jantung, sebagai berikut :

Serangan jantung

- Rasa seperti ditekan, sesak atau nyeri di dada

- Rasa berat di dada

- Rasa sakit yang menyebar ke lengan, leher, atau punggung

- Perut terasa seperti mulas 

- Rasa mual dan terkadang muntah

- Sakit kepala

- Sesak nafas

- Berkeringat

- Perasaan cemas / anxiety

Selain gejala tersebut ada lagi gejala-gejala lain yang dapat menyertai serangan jantung, yaitu :

- Kardiogenik syok yaitu turunnya tekanan darah secara mendadak. 

- Hipoksemia yaitu kadar oksigen yang rendah dalam darah

- Edema paru yaitu akumulasi cairan di dalam atau di sekitar paru-paru. 

Penyebab Serangan Jantung

Serangan jantung disebabkan karena kerja jantung yang tiba-tiba menjadi sangat lemah atau bahkan berhenti bekerja. Kondisi ini disebabkan karena terganggu atau tersumbatnya suplai darah yang kaya akan oksigen ke jantung sehingga banyak sel jantung yang mati. Tersumbatnya suplai darah disebabkan karena adanya plak di dalam pembuluh darah jantung yang mana timbulnya plak ini disebabkan timbunan lemak dalam darah yang sumbernya berasal dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Makanan tersebut  banyak mengandung lemak jenuh, kadar kolesterol tinggi dan kurang mengandung serat. Selain dari faktor makanan, faktor lain yang juga dapat menjadi penyebab serangan jantung adalah gaya hidup yang kurang sehat, kurang olahraga dan stress. Gaya hidup jaman sekarang yang cenderung serba cepat dan instant sering membuat kita tidak bisa membagi waktu dengan baik sehingga cenderung lupa akan waktu untuk istirahat, olahraga, beribadah, bersosialisasi dan berkumpul bersama keluarga. Waktu-waktu yang sangat berarti bagi kesehatan tersebut seringkali lewat begitu saja, karena kita hanya mementingkan kerja dan kerja. Hal inilah yang dapat mengakibatkan stress. Apalagi jika ditambah dengan merokok atau minuman beralkohol maka akan semakin mudah menyebabkan terjadinya serangan jantung. 

Mencegah Serangan Jantung

Menurut data Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan data Kementerian Kesehatan RI, penyakit Jantung atau Kardiovaskuler adalah penyakit yang menyebabkan kematian nomor satu di dunia dan di Indonesia. Maka dari data tersebut kita sudah seharusnya waspada akan serangan penyakit Jantung, karena penyakit ini juga tidak mengenal batas usia. Oleh sebab itulah sedari dini kita harus berusaha untuk menerapkan pola hidup sehat dalam aktivitas sehari-hari. Pola hidup sehat yang dimaksud adalah sebagai berikut :

1. Menerapkan pola makan sehat dengan gizi dan nutrisi yang cukup akan serat, vitamin, sayuran dan buah-buahan. Cukup dan seimbang kandungan karbohidrat, protein dan lemak yang sehat bagi tubuh. Hindari makanan yang mengandung gula dan lemak jenuh yang tidak baik bagi kesehatan. Pastikan cukup minum air putih dalam sehari, hindari minuman beralkohol dan bersoda. 

2. Menerapkan pola kegiatan sehat dengan selalu berusaha untuk membagi waktu yang seimbang dalam kegiatan sehari-hari. Kita harus bisa membagi waktu kerja, waktu istirahat, waktu ibadah, waktu olahraga, rekreasi dan bersosialisasi agar dengan seimbang. Maksimalkan “Quality Time” bersama keluarga, teman, kerabat dan tetangga. 

Dengan selalu menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari diharapkan dapat menyebabkan terjaganya kesehatan Jantung khususnya dan kesehatan serta kebugaran tubuh secara keseluruhan. Sehingga kita dapat terhindar dari penyakit Jantung dan penyakit lainnya.(hhh


GEJALA COVID-19 VARIAN BARU OMICRON BA.4 DAN BA.5

            Pandemi Covid-19 yang sudah berjalan 2,5 tahun saat ini memasuki babak baru dengan adanya subvarian baru dari varian Omicron yaitu BA.4 dan BA.5. Subvarian baru ini sudah terdeteksi di beberapa negara di dunia termasuk di Indonesia. Menurut informasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), adanya subvarian baru ini karena sifat Corona Virus yang mudah bermutasi menjadi berbagai varian.

Subvarian BA.4 dan BA.5 mempunyai karakteristik yang mirip dengan subvarian Omicron sebelumnya yaitu BA.1 dan BA.2. Salah satu hal yang harus diwaspadai dari Subvarian baru virus Covid-19 ini adalah tingkat penyebarannya yang mungkin bisa lebih cepat (lebih mudah menular) daripada subvarian sebelumnya. Mengenai tingkat keparahan dari subvarian baru ini diduga hampir sama dengan varian Omicron sebelumnya. Belum ditemukan adanya indikasi lebih parah dari yang sebelumnya. 


Corona Virus Subvarian Omicron BA.4 & BA.5

Walaupun tidak / belum menunjukkan gejala yang parah, masyarakat harus tetap waspada terhadap penyebaran subvarian baru ini karena kecepatan penyebarannya. 
Gejala pasien yang terpapar Covid-19 subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 tidak lebih ringan dibanding subvarian sebelumnya, jadi perlu tetap diwaspadai. Menurut keterangan para ahli Epidemiologi, gejala yang relatif ringan pada varian omicron disebabkan karena imunitas masyarakat yang sudah terbentuk. 

Gejala pasien yang terpapar Covid-19 subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 umumnya mirip dengan varian lainnya, yaitu :
- sakit / gangguan tenggorokan, 
- batuk, 
- kelelahan, 
- hidung tersumbat, 
- demam, 
- mual / muntah, 
- sesak nafas, 
- diare. 
 
JIka diperhatikan data penyebaran virus Covid-19 selama beberapa hari terakhir ini maka terlihat adanya peningkatan jumlah kasus warga yang tertular secara cukup signifikan. Memang perlu dipastikan kembali penyebab peningkatan jumlah kasus ini apakah karena adanya subvarian baru virus Covid-19 atau karena masyarakat yang sudah abai pada penerapan protokol kesehatan. Selain itu pemberian vaksin Covid-19 yang belum merata khususnya untuk vaksin ke 3 (vaksin booster). Masyarakat perlu waspada akan adanya immune escape yaitu kondisi saat imunitas seseorang mungkin dapat lolos dari perlindungan kekebalan akibat adanya paparan atau infeksi varian omicron. 

Berdasarkan data dari Satgas Nasional Penanganan Covid-19, kasus positif terinfeksi Covid-19 terus meningkat hingga di atas 1000 kasus per hari dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini mengingatkan pada kita untuk selalu menerapkan pola hidup sehat serta disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan. Sudah waktunya saat ini kita kembali disiplin memakai masker baik di dalam maupun di luar ruangan khususnya saat berada di area publik. Kita juga harus disiplin mencuci tangan dan menjaga jarak dalam aktifitas sehari-hari untuk mencegah terpapar dari virus Covid-19 subvarian baru tersebut.

Jangan dilupakan juga akan pentingnya Vaksinasi Covid-19 yang sampai sekarang masih terus dikebut pelaksanaannya oleh pemerintah pusat dan daerah. Sampai saat ini masih belum merata semua masyarakat mendapatkan vaksin Covid-19 dosis 1, 2 atau vaksin booster. Oleh karena itu sangat diharapkan peran aktif dari masyarakat untuk mengikuti program vaksinasi covid-19 ini dengan mendaftarkan diri ke layanan pemberian vaksin.

Sebagai bagian dari masyarakat kita harus menyadari bahwa pandemi Covid-19 masih ada di tengah-tengah kita dengan beberapa varian baru yang terus muncul. Oleh karena itu sudah seharusnya kita selalu menerapkan pola hidup sehat serta disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan. Disiplin memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan aktif untuk mendapatkan vaksinasi covid-19. Dengan demikian diharapkan dapat menekan jumlah kasus positif covid-19 agar pandemi ini lebih terkendali dan dapat segera berakhir. (hhh)



   

APLIKASI JKN MOBILE BPJS KESEHATAN

       BPJS Kesehatan adalah lembaga yang ditunjuk pemerintah untuk memberikan layanan jaminan kesehatan kepada masyarakat di negara ini. BPJS Kesehatan bekerjasama dengan pusat layanan kesehatan mulai dari Fasilitas Kesehatan tingkat pertama yaitu Puskesmas sampai dengan Fasilitas Kesehatan tingkat rujukan yaitu Rumah Sakit. BPJS Kesehatan berkewajiban memberikan layanan yang baik bagi masyarakat peserta JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) khususnya yang sedang membutuhkan layanan kesehatan bagi dirinya dan keluarganya.

Berbagai jenis layanan disediakan oleh BPJS Kesehatan untuk peserta JKN mulai dari pendaftaran peserta, layanan informasi sampai dengan layanan inti jaminan sosial kesehatan bagi para peserta yang membutuhkan di semua pusat layanan kesehatan. 

Salah satu hal penting yang dibutuhkan oleh peserta JKN adalah layanan informasi. Ada beberapa jenis layanan informasi yang disediakan oleh BPJS Kesehatan, mulai dari informasi media cetak, media elektronik, informasi yg bisa diakses melalui telepon dan juga internet.

Di zaman modern era digital ini pemakaian Ponsel Pintar / Smartphone dengan beragam aplikasi canggihnya sudah sangat lazim digunakan masyarakat khususnya untuk mengakses informasi. Demikian halnya dengan informasi layanan jaminan kesehatan dari BPJS Kesehatan juga sudah tersedia aplikasi khusus untuk peserta JKN. BPJS Kesehatan menyediakan Aplikasi JKN MOBILE untuk memudahkan peserta JKN dalam mendapatkan informasi seputar layanan jaminan kesehatan. 


Aplikasi Mobile JKN

JKN Mobile adalah aplikasi yang dapat diakses menggunakan Ponsel pintar dan dapat diunduh gratis melalui Playstore atau AppStore. Peserta JKN dapat mengakses banyak informasi penting dan layanan yang diberikan oleh BPJS Kesehatan melalui Ponsel Pintar dalam satu genggaman, sangat mudah dan praktis. Di dalam aplikasi JKN Mobile terdapat banyak menu informasi yang dapat diakses oleh pemakainya yaitu :

Info data peserta, pendaftaran peserta baru, perubahan data peserta, info iuran peserta, info riwayat pembayaran iuran, info riwayat pelayanan kesehatan, info program JKN, info lokasi Fasilitas kesehatan, info ketersediaan tempat tidur, pendaftaran layanan (antrean) di fasilitas kesehatan, konsultasi dokter, jadwal tindakan operasi, pengaduan layanan JKN, skrining riwayat kesehatan, skrining mandiri Covid 19, dll         

Selain menu informasi tersebut juga terdapat menu artikel, berita dan tips seputar kesehatan yang dapat menambah informasi dan pengetahuan bagi peserta JKN. Di aplikasi ini juga terdapat tampilan digital kartu peserta JKN KIS (Kartu Indonesia Sehat) atas nama peserta yang sudah terdaftar dan mengeset aplikasi sesuai data kepesertaannya. 

Pendek kata, dengan adanya aplikasi unggulan JKN Mobile ini maka masyarakat khususnya peserta JKN dapat dengan mudah mendapatkan layanan informasi dan juga layanan administrasi yang terkait kepesertaannya. Bahkan peserta JKN juga dapat mendaftarkan diri dan keluarganya ke Fasilitas Kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan pada saat membutuhkan layanan kesehatan dengan menggunakan aplikasi JKN Mobile ini. Fasilitas ini diharapkan dapat memudahkan peserta JKN dalam mendapatkan layanan jaminan kesehatan. 

Untuk selanjutnya diharapkan agar aplikasi unggulan JKN Mobile ini dapat terus berkembang sesuai dengan perkembangan teknologi dan perkembangan layanan jaminan kesehatan. Sehingga layanan JKN dapat dinikmati dengan nyaman oleh seluruh masyarakat khususnya peserta JKN dalam rangka mendapatkan jaminan kesehatan sesuai dengan kebijakan pemerintah. (hhh



LAYANAN BPJS KESEHATAN

           Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan berperan sebagai lembaga yang ditunjuk Pemerintah untuk mengelola dan memberikan layanan kesehatan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Masyarakat berhak mendapat pelayanan kesehatan yang komprehensif di fasilitas kesehatan dengan sistem rujukan berjenjang atas indikasi medis jika terjadi gangguan kesehatan.

Masyarakat pengguna layanan BPJS Kesehatan dapat memilih keanggotaan dalam 3 kelas yaitu Kelas 1 dengan iuran Rp 150.000 per bulan, Kelas 2 dengan iuran Rp 100.000 per bulan dan Kelas 3 dengan iuran Rp 35.000 per bulan. Besaran iuran untuk kelas 3 ini sudah mendapat subsidi dari pemerintah sebesar Rp 7000.

Masyarakat dapat mendaftarkan dirinya dan seluruh anggota keluarganya untuk mendapat layanan BPJS Kesehatan dengan cara on-line dan off-line. Pendaftaran secara on-line dilakukan di web site resmi BPJS Kesehatan atau melalui call centrenya. Pendaftaran secara off-line dilakukan di kantor cabang BPJS Kesehatan terdekat. Pendaftaran on-line juga dapat dilakukan melalui aplikasi JKN Mobile yang dapat diunduh di Google Play Store (HP Android) dan App Store (HP iOS ).


Layanan BPJS di Rumah Sakit

Jenjang Layanan BPJS Kesehatan

1. Pelayanan kesehatan tingkat pertama memberikan pelayanan kesehatan umum yang dilakukan di Pusat Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama (Puskesmas). Pelayanan ini mencakup biaya administrasi pelayanan kesehatan, penyuluhan kesehatan, imunisasi rutin, layanan KB, pemeriksaan, konsultasi, pengobatan dan tindakan medis non-spesialistik (dokter umum), pemeriksaan laboratorium tingkat pertama.

2. Pelayanan kesehatan tingkat rujukan memberikan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit rujukan. Pelayanan kesehatan yang diberikan mencakup pelayanan rawat jalan dan rawat inap, biaya administrasi pelayanan kesehatan, pemeriksaan, konsultasi, pengobatan dan tindakan medis dokter spesialistik. Tindakan medis yang membutuhkan dokter spesialis baik bedah maupun non-bedah sesuai dengan rujukan dari dokter umum. Pelayanan obat dan bahan medis habis pakai (misalnya cairan infus). Pelayanan penunjang yang membutuhkan diagnosis lanjutan tertentu sesuai anjuran dokter Rehabilitasi medis. Pelayanan darah, seperti penyediaan kantong darah. Juga memberikan layanan rawat inap di ruang perawatan biasa maupun perawatan intensif (ICU). Demikian juga dengan layanan persalinan normal dan layanan ambulan untuk pasien dari Puskesmas ke Rumah Sakit.

Saat merasakan adanya gangguan kesehatan, masyarakat yang terdaftar sebagai penerima layanan BPJS Kesehatan dapat datang ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan layanan kesehatan berupa pemeriksaan, konsultansi dan pengobatan atas gangguan kesehatannya dari Dokter Umum yang bertugas di Puskesmas. Jika dari hasil pemeriksaan dan konsultasi ternyata membutuhkan tindakan medis dari Dokter Spesialis, maka Dokter Umum di Puskesmas akan menerbitkan surat rujukan ke pusat pelayanan kesehatan tingkat rujukan, misalnya Rumah Sakit. 

Surat rujukan dari Puskesmas biasanya berlaku selama 3 bulan dan sudah ditentukan nama Rumah Sakit rujukan serta Poliklinik Dokter Spesialis yang dituju. Penerbitan surat rujukan dilakukan berdasarkan sistem yang ditetapkan oleh BPJS Kesehatan. Untuk dapat berobat ke Rumah Sakit selain membutuhkan surat rujukan Puskesmas, juga memerlukan Kartu BPJS dan e-KTP.  

Jika masa berlakunya sudah lewat 3 bulan maka surat rujukan tidak dapat dipakai dan harus diperpanjang dari Puskesmas. Tapi jika dalam waktu 3 bulan sudah tidak memerlukan pengobatan Dokter Spesialis maka dapat kembali konsultasi ke Dokter Umum di Puskesmas atau sudah tidak perlu konsultasi karena sudah sembuh dan sehat kembali. (hhh)   


TIPS MERAWAT KESEHATAN HIDUNG

              Hidung merupakan salah satu dari Panca Indera yang sangat penting fungsinya dalam sistem pernapasan. Karena pentingnya fungsi organ penciuman yang satu ini maka sudah seharusnya kita merawat kesehatan hidung agar selalu sehat dan dapat bekerja secara optimal. 

Hidung memiliki peran yang sangat penting dalam sistem pernapasan dan penciuman. Menjaga kesehatan hidung sama pentingnya dengan menjaga kesehatan bagian tubuh lainnya. Karena itu agar dapat bernapas dengan nyaman dan lega serta mampu mengenali / mencium bau dengan baik maka kesehatan hidung harus selalu dijaga. 

Membersihkan Hidung 

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan hidung sebagai berikut :

1. Banyak Minum Air Mineral ;

Hidung memproduksi lendir atau disebut ingus untuk membantu menyaring kotoran dari udara yang masuk ke hidung. Supaya hidung tetap bisa membuat lendir yang normal, maka asupan cairan tubuh harus dijaga. Lendir hidung yang normal umumnya cenderung tipis, bisa mengalir dengan lancar dan jumlahnya cukup (tidak sedikit juga tidak banyak).

2. Menghindari Polusi dan Zat yang Berbahaya ;

Polusi, debu dan juga asap rokok menjadi zat yang berbahaya bagi kesehatan hidung. Semua zat berbahaya tesebut dapat menyebabkan berkurangnya kinerja hidung untuk menyaring dan menghangatkan udara. Hal ini mengakibatkan sinus mengalami penyumbatan dan pembengkakan sehingga memicu munculnya alergi, bahkan dapat mengakibatkan sinusitis (radang yang terjadi pada rongga di sekitar hidung). 

Oleh karena itu harus dihindari masuknya / terhirupnya debu dan asap rokok. Cara yang efektif untuk menghindarkan zat berbahaya tersebut yaitu dengan menghindarkan asap rokok. Hentikan kebiasaan merokok dan hindari menjadi perokok pasif. Selalu gunakan masker saat beraktifitaas di luar ruangan untuk menghindarkan paparan zat-zat berbahaya.

3. Jaga Kelembaban Udara Dalam Hidung ;

Kondisi udara yang lembab di dalam rongga hidung sangat diperlukan, karena kondisi yang kering dalam hidung dapat memicu beberapa gangguan diantaranya radang dan mimisan.Untuk menjaga kelembaban agar sinus tidak kering dapat dilakukan dengan mandi atau berendam air hangat atau dengan menggunakan alat humidifier di dalam ruangan, kamar tidur atau di kantor.

4. Bersihkan Hidung Secara Rutin ;

Kotoran yang tersaring dan terkumpul di dalam hidung perlu dibersihkan secara berkala. Proses pembersihan hidung atau cuci hidung sebaiknya dilakukan dengan menggunakan pembersih cairan semprot atau nasal spray. Penggunaan nasal spray untuk membersihkan hidung lebih efektif dan aman dibandingkan dengan cara manual yaitu mengorek lubang hidung memakai jari yang biasa disebut mengupil. Sering mengupil dapat beresiko hidung mengalami iritasi karena dalam hidung ada banyak pembuluh darah yang halus. Kuku jari sangat berpotensi melukai pembuluh darah dan menyebabkan mimisan.

Mengingat pentingnya kebersihan dan kesehatan hidung, maka sudah seharusnya kita selalu merawat dan menjaganya dengan menerapkan beberapa cara tersebut. Dengan begitu semoga kita dapat selalu merawat hidung agar selalu sehat dan organ penciuman kita ini dapat berfungsi dengan baik. (hhh).