PERAWATAN, REHABILITASI MEDIS DAN PEMULIHAN PASIEN STROKE.. CERITA SEORANG PENYINTAS STROKE (Bagian 3)

(Artikel ini merupakan lanjutan dari bagian kedua yg bisa dilihat di list artikel : Tindakan Medis Saat Serangan Stroke...) 

         Hari ketiga dirawat di HCU kondisi saya semakin mambaik, Alhamdulillah. Badan terasa lebih segar dan kepala tidak pusing. Saya sudah bisa bicara sepatah-patah kata walaupun masih pelo, tapi makin lama makin lancar. Tangan dan kaki kanan sudah tidak kaku bergerak dan bisa diangkat makin tinggi, hanya belum kuat jika diberi beban. Kabar baiknya, berdasarkan hasil scan MRI ke dua yang lebih baik, maka tim Dokter memutuskan saya dapat dipindahkan ke ruang perawatan biasa. Saya dan istri sangat senang karena bisa dirawat dengan ditemani istri atau anak di ruang perawatan. 

Sore harinya saya dipindahkan ke ruang perawatan biasa. Di sana saya mendapat terapi perawatan dan pengobatan yang mirip dengan di ruang HCU hanya perawatnya tidak standby di ruangan. Hari keempat kondisi saya sudah semakin baik. Bicara saya semakin lancar walau sedikit pelo tapi orang lain paham akan maksudnya. Tangan dan kaki kanan sudah tidak kaku bergerak dan bisa diangkat makin tinggi juga pada saat diberi beban. Tim dokter juga sangat senang dengan perkembangan kesehatan saya dan memutuskan agar saya mulai mendapatkan latihan Fisioterapi (Rehabilitasi Medis). 

Fisioterapi

Pada hari kelima kondisi saya semakin membaik lagi. Badan sudah segar dan bicara semakin lancar serta makin jelas. Gerakan tangan kanan sudah normal, sedangkan kaki kanan perlu dilatih untuk berjalan. Perawat fisioterapi hari itu datang pada pagi dan sore hari. Pagi harinya saya dilatih gerakan tangan dan kaki sambil duduk dan dengan diberi beban. Sore harinya saya dilatih untuk berjalan di koridor ruang perawatan. Hasil latihan fisioterapi hari itu membuat saya semakin percaya diri dan optimis. Hari itu banyak dari keluarga, kerabat dan teman yang datang membesuk. Saya sudah bisa berkomunikasi dengan mereka secara lancar dan bahkan sudah bisa ketawa saat ada teman yang bergurau. 

Pada hari keenam kondisi saya sudah mendekati normal dan Dokter memberi kabar baik. Jika hari keenam ini tidak ada masalah pada kesehatan saya, maka besok paginya saya sudah boleh pulang. Hari itu saya latihan fisioterapi lagi dengan latihan berjalan di koridor ruang perawatan, hasilnya cukup memuaskan. Saya sudah semakin lancar bergerak dan berjalan, kekuatan tangan dan kaki juga semakin baik. Bicara saya sudah hampir normal kembali. Pada siang harinya setelah cairan infus di botol habis, perawat melepaskan infus sesuai dengan petunjuk dokter. Sepanjang hari itu tidak ada masalah yang berarti pada kesehatan saya. Makanan dan minuman juga sudah bisa saya konsumsi seperti biasa, tapi menunya yang masih harus sesuai petunjuk dokter. Obat-obatan juga sudah diminum secara normal. 

Esok paginya dokter Spesialis Saraf melakukan visit seperti biasa memeriksa kondisi saya secara keseluruhan dan sampai pada kesimpulan bahwa saya sudah diperbolehkan pulang. Alhamdulillah saya sangat senang dan bersyukur kepada Allah SWT karena kondisi kesehatan saya semakin membaik. Semua keluhan saat terserang stroke hampir seluruhnya hilang dan normal kembali. Tapi tentunya saya harus disiplin melatih kordinasi gerakan dan keseimbangan agar gerakan kaki dan tangan normal seutuhnya. Saya juga harus disiplin menjaga pola makan dengan makanan yang bernutrisi tinggi dan vitamin agar tenaga pulih kembali. 

Menjaga pola makan ini sangat penting karena selain harus mengandung nutrisi dan vitamin yang baik bagi tubuh, juga harus rendah kalori, rendah kolesterol serta rendah lemak. Sayuran hijau dan buah adalah pilihan yang baik karena mengandung serat yang juga baik bagi pencernaan. Dokter menyarankan saya untuk menghindari makanan yang berkolesterol tinggi, karena saat saya terserang stroke kadar kolesterol dalam darah saya tinggi melebihi maksimal. 

Menurut dokter berdasarkan hasil cek darah lengkap di laboratorium, penyebab serangan stroke pada diri saya adalah karena Hipertensi dan Hiperkolesterolemia. Hipertensi yaitu tekanan darah tinggi. Hiperkolesterolemia yaitu kondisi saat kadar kolesterol dalam darah terlalu tinggi. Kadar koleterol yang berlebihan ini menyebabkan timbulnya plak dalam pembuluh darah di otak yang mengakibatkan tersumbatnya aliran darah ke otak sehingga jaringan otak tidak mendapat nutrisi dan oksigen.  

Oleh karena itu untuk mencegah agar tidak terulang kembali serangan stroke maka harus dicegah jangan sampai terjadi Hipertensi dan Hiperkolesterolemia. Untuk itu selain menjaga pola makan, juga harus merubah pola hidup menjadi lebih sehat. Harus banyak bergerak dengan rutin olahraga pagi minimal 30 menit sehari. Selain itu harus berhenti merokok dan menghindarkan stress. Jadi untuk mencegah stroke yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari adalah :

1. Menjaga pola makan sehat. 

2. Menjaga pola hidup sehat. 

3. Menjaga pola pikir sehat dan hindari stress. 

Khusus untuk para penyintas stroke harus lebih disiplin dalam penerapan ke tiga hal tersebut, harus mencegah jangan sampai terserang stroke untuk yang kedua kalinya karena akibatnya mungkin lebih fatal dari serangan stroke yang pertama. (hhh

Tidak ada komentar: