SERANGAN FAJAR STROKE.. KENALI GEJALANYA SEJAK DINI !

Salah satu penyakit berbahaya yang seringkali menyerang tiba-tiba dan salah satunya disebabkan karena tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol adalah Stroke.

Definisi Stroke

Stroke adalah kematian jaringan otak yang terjadi karena kurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Stroke dapat berupa sumbatan (iskemik) ataupun pendarahan (hemoragik). Pada Stroke Iskemik aliran darah terhambat karena adanya sumbatan pada suatu pembuluh darah di otak. Sedangkan pada Stroke Hemoragik aliran darah terhenti karena pecahnya pembuluh darah sehingga darah keluar ke jaringan otak. Kasus Stroke hemoragik hampir 70% disebabkan karena Hipertensi. Serangan stroke banyak terjadi pada pagi hari saat tekanan darah sedang tinggi karena itu ada yang menyebutnya serangan fajar stroke. 

Penyebab Stroke

Serangan Stroke sebagian besar disebabkan karena Hipertensi atau tekanan darah tinggi, selain itu disebabkan kolesterol tinggi, diabetes, penyakit jantung, obesitas atau kegemukan, stenosis karotis (penyempitan pembuluh darah), ada kelainan di otak, merokok, minuman beralkohol, sering mengalami stress.


Hasil Cek MRI Pasien Stroke

Gejala Stroke

Gejala serangan Stroke yang paling umum muncul dan penting untuk diperhatikan adalah kondisi abnormal pada wajah (Face), tangan (Arm) dan kesulitan bicara (Speech). Jika ada gejala gangguan gerakan atau lemas yang muncul maka yang harus diperhatikan selanjutnya adalah waktu (Time), maksudnya kapan gejala-gejala tersebut muncul. Hal ini penting karena Stroke merupakan kondisi darurat yang harus segera mendapat penanganan medis di Rumah Sakit. Gejala Stroke dapat diingat dengan mudah dengan istilah FAST, singkatan dari Face - Arm - Speech - Time.

Pertolongan pertama yang terbaik bagi penderita Stroke harus diberikan maksimal 4 jam setelah munculnya gejala awal. Rentang waktu inilah yang sering disebut Golden Periode bagi penderita Stroke. Semakin cepat penanganan terhadap stroke diberikan maka akan semakin baik.

Gejala serangan Stroke lainnya : 

pingsan, kelumpuhan tiba-tiba pada wajah, tangan dan kaki pada satu sisi tubuh, kesulitan melihat pada satu atau kedua mata, gangguan koordinasi atau keseimbangan, sulit berjalan, tidak dapat mengendalikan emosi (depresi).

Setelah mendapat pertolongan pertama di Rumah Sakit maka selanjutnya dapat dilakukan diagnosa lanjutan. Diagnosa Stroke dilakukan dengan pemeriksaan fisik yaitu :

  • pemeriksaan tanda-tanda vital, 
  • pemeriksaan saraf,
  • pemeriksaan fisik secara umum.

Pengobatan Stroke :

Pemberian obat secara langsung melalui infus atau suntik punya peran penting untuk penanganan awal Stroke yang mana tindakan pengobatan ini harus dilakukan secepatnya. Kelumpuhan dan gejala Stroke lainnya bisa dipulihkan dengan pengobatan yang berfungsi untuk menghancurkan pembekuan darah. Proses pengobatan ini disebut Trombolisis yang mana tindakan ini biasanya dilakukan 3 jam setelah timbulnya stroke. 

Penanganan stroke juga dilakukan dengan pemberian oksigen dan infus untuk memasukkan obat, cairan dan zat makanan. Pengobatan dan tindakan yang cepat dan tepat akan sangat berpengaruh pada kesembuhan pasien dan dapat mengurangi resiko terkena serangan stroke kembali di masa mendatang. Secara statistik menunjukan bahwa sekitar 25% pasien mengalami stroke berulang.

Selain pengobatan secara fisik juga diperlukan pengobatan secara psikis karena biasanya pasien akan mengalami depresi karena adanya perubahan suasana hati. Kondisi tersebut dapat diobati dengan terapi psikis dan obat-obatan.

Pengobatan fisik dengan rehabilitasi medik yang intensif dapat membantu penderita untuk belajar mengatasi kelumpuhan karena kelainan fungsi sebagian jaringan otak. Rehabilitasi dapat dilakukan setelah tekanan darah, denyut nadi dan pernafasan penderita stabil. Latihan dilakukan untuk melatih kekuatan otot, mencegah kontraksi otot dan juga latihan untuk bergerak / berjalan serta latihan berbicara. (hhh)

   

   



Tidak ada komentar: