Masih lekat dalam ingatan, pada suatu pagi di bulan April tahun 2017. Rasanya baru kemarin, saat di pagi hari itu saya selesai melakukan senam ringan sebelum sarapan pagi untuk selanjutnya berangkat kerja. Hal ini tidak rutin dilakukan, hanya pada saat waktunya memungkinkan saja. Saat itu kebetulan saya hanya seorang diri di rumah orang tua yang sedang berangkat ibadah umroh. Di pagi hari itu rasanya tidak ada keluhan apa-apa di badan saya, normal saja seperti hari sebelumnya.
Setelah senam ringan saya duduk di meja makan untuk minum air putih. Saat saya memegang gelas tiba-tiba gelas tersebut jatuh begitu saja lepas dari genggaman tangan dan airnya membasahi meja. Saya belum menyadari apa yang terjadi dan segera berdiri untuk mengambil kain lap. Maksudnya ingin mengelap meja yang basah, tapi sesaat kemudian saya jatuh terduduk di lantai. Kemudian saya merasa pusing kepala seperti berputar dan goyang, saya pikir telah terjadi gempa bumi saat itu.
Setelah dirasa kembali normal dan kepala tidak berputar, saya coba untuk berdiri tapi masih belum normal dan terasa lemas. Saat itu saya mulai menyadari ada hal yang tidak beres pada kondisi kesehatan. Selanjutnya saya berusaha untuk membuka kunci pintu depan dan pintu pagar agar mba ART yang biasanya datang jam 7.30 pagi bisa cepat masuk ke dalam rumah. Saya dapat mencapai pintu depan dan pagar dengan berjalan hampir merangkak karena lemas dan takut jatuh lagi.
Setelah kunci pintu terbuka saya rebahan di kamar karena badan terasa lemas. Saat mba ART datang dia heran karena saya belum berangkat kerja. Saat dia bertanya kenapa saya belum berangkat, saya ingin menjawab tapi anehnya saat itu saya tidak bisa bicara apapun. Walaupun di mulut sudah banyak yang mau disampaikan tapi tetap tidak keluar kata-kata. Aneh sekali. Akhirnya kami berkomunikasi dengan gerakan tangan, untunglah maksudnya sampai.
Mba ART menyadari saat itu saya sakit tapi tidak tahu sakit apa. Kemudian dia menelepon istri saya dan adik saya untuk memberitahukan kondisi saya. Dia juga minta pertolongan tetangga yang punya kendaraan untuk membawa saya ke klinik terdekat. Selama berangkat dari rumah sampai klinik saya masih bisa jalan sendiri walaupun hanya dari parkiran mobil ke klinik dan sebaliknya.
Sesampainya di klinik sekitar jam 8 pagi kebetulan sudah ada dokter umum yang praktek dan belum ada pasien, jadi saya dapat langsung ditangani. Dokter Klinik memeriksa kondisi saya dan langsung merujuk agar saya segera dibawa ke Rumah Sakit terdekat karena diagnosanya saya terserang Stroke. Kemudian saya dilarikan ke Rumah Sakit terdekat yang jaraknya sekitar 2 km dari rumah. Dalam perjalanan saya merasakan semakin pusing, pandangan semakin kabur dan sangat lemas khususnya di bagian tubuh sebelah kanan.
Tiba di Rumah Sakit langsung parkir di depan bagian UGD. Saat itu saya sudah sangat lemas dan tidak bisa menggerakkan tangan dan kaki kanan. Turun dari mobil dibantu tetangga dan perawat laki-laki dari UGD lalu cepat dibawa masuk dengan kursi roda. Di dalam ruangan UGD, tubuh saya segera dibaringkan ke salah satu bed yang ada. Kebetulan pagi itu tidak banyak pasien di UGD jadi dokter jaga dan perawat bisa dengan cepat melakukan tindakan. Seingat saya sampai di UGD sekitar jam 8.30 pagi, kondisi saya masih sadar hanya sangat lemas, tubuh bagian kanan lumpuh dan tidak bisa bicara. Jadi sekitar 2 jam setelah awal serangan Stroke, saya mendapat pertolongan dan tindakan medis di Rumah Sakit terdekat.
Beberapa hal yang dapat disimpulkan dari kejadian yang saya alami tersebut terkait serangan penyakit Stroke :
1. Beberapa saat sebelum serangan Stroke, mulai dari bangun tidur pagi tidak ada gejala apa-apa yang terasa pada badan, rasanya normal seperti biasanya.
2. Saat terjadi awal serangan Stroke, tiba-tiba saja tangan dan kaki tidak bertenaga (tidak dapat menggenggam dan tidak dapat berdiri). Tapi beberapa saat kemudian perlahan pulih kembali walaupun terasa lemas.
3. Kepala terasa pusing seperti berputar dan pandangan terasa kabur.
4. Tiba-tiba tidak bisa bicara walaupun di kepala sudah banyak yang mau disampaikan karena mulut seperti terkunci.
5. Seiring waktu, gejala awal Stroke yang pertama timbul (no.2) kemudian berulang kembali dan bahkan semakin parah karena tangan dan kaki kanan tidak bisa digerakkan sama sekali.
Beberapa hal yang tersebut di atas mungkin bisa dikategorikan sebagai gejala serangan penyakit Stroke. Gejala Stroke tersebut bisa saja sama atau berbeda dengan yang dialami orang lain. Walaupun demikian, Alhamdulillah saya bersyukur karena bisa mendapat pertolongan tindakan medis di Rumah sakit sekitar 2 jam setelah awal serangan Stroke. Hal ini penting mengingat waktu terbaik / Golden Time Periode untuk menangani seorang pasien yang mengalami gejala Stroke adalah sekitar 4 jam. Lebih cepat tentunya lebih baik. (hhh)
(Penjelasan lebih lanjut mengenai tindakan medis serta perawatan intensif yang dilakukan di Rumah Sakit, akan dijelaskan pada bagian 2 artikel ini. Artikel / cerita ini terbagi menjadi 3 bagian agar lebih mudah dipahami.)






